Publications

Publications

(1 Vote)
Ilustrasi Ilustrasi Morguefile

Kecerdasan Ekologis dan Keadilan Ekologis

Kecerdasan ekologis (ecological intelligence) merupakan kemampuan manusia untuk memahami kehidupannya dalam ekosistem dan bertindak sesuai dengan kondisi ekosistemnya tersebut. Manusia hidup dalam ekosistemnya dan kehidupannya tergantung pada komponen ekosistem yang lain. Udara yang digunakannya untuk bernafas serta air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya merupakan contoh komponen ekosistem yang penting bagi kehidupan manusia.

Karena komponen ekosistem mempengaruhi kehidupan manusia, maka kesejahteraan hidup manusia tergantung pada kondisi ekosistemnya. Kuantitas dan kualitas air misalnya sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup manusia. Kemampuan manusia untuk mengelola sumber daya air yang ada dalam ekosistemnya merupakan satu bentuk kecerdasan ekologis.

Kecerdasan ekologis melibatkan kemampuan kognitif manusia yang diperoleh melalui pendidikan atau pengalaman. Kecerdasan ekologis dapat bersifat individual maupun kolektif sebagai pengetahuan bersama yang dimiliki oleh suatu kelompok atau masyarakat. Suatu kecerdasan ekologis kolektif mungkin diperoleh melalui pengalaman suatu masyarakat selama puluhan bahkan mungkin ratusan tahun yang diwariskan secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi.

Dengan kearifan lokal, masyarakat Suku Bajo di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, menjaga kelestarian pesisir dan laut. Terlihat dari mangrove di pemukiman mereka yang terjaga dengan baik (Ramli dalam Paino, 2014). Menurut Ramli, komunitas Bajo yang mendiami daerah pesisir Desa Torosiaje, memiliki kedekatan emosional terhadap sumber daya alam, yang melahirkan perilaku nyata mempertimbangkan ekologis. Komunitas Bajo ini memiliki kearifan lokal berupa tradisi, aturan atau pantangan turun temurun yang dipraktikkan, dipelihara dan ditaati masyarakatnya.

Kecerdasan ekologis menggambarkan kemampuan seseorang untuk beradaptasi dalam relung ekologisnya (ecological niche), demikian dikatakan Goleman (2009). Selain aspek kognitif, juga diperlukan sikap empati seseorang terhadap keadaan di lingkungannya. Orang yang memiliki kecerdasan ekologis sadar bahwa perilakunya dan juga perilaku orang lain berpengaruh dan dipengaruhi oleh lingkungannya.

Kecerdasan ekologis seperti dilaporkan Suryo (2013) membantu masyarakat dusun Margorukun, kelurahan Gundih, Surabaya peduli pada lingkungannya dan memenangkan kampung Surabaya Green and Clean. Kampung yang dulunya kotor serta kumuh, dengan warga yang tidak peduli pada lingkungan bertransformasi menjadi kampung yang bersih, nyaman dan hijau dengan warga yang peduli pada kebersihan dan penghijauan. Kecerdasan ekologis yang ditemukan pada warga penggerak kampung melibatkan aspek kognitif, afeksi, dan psikomotor yang dipengaruhi faktor pendidikan lingkungan, perasaan senang dan kegiatan berkelompok warga.

Kecerdasan Ekologis dan Keadilan Ekologis

Kecerdasan ekologis berkaitan dengan bagaimana seseorang dan atau suatu masyarakat mengambil keputusan dalam kehidupannya termasuk dalam proses produksi dan konsumsi yang dilakukannya. Perilaku seseorang dan masyarakat dalam produksi dan konsumsi berpengaruh dan dipengaruhi kondisi lingkungan hidupnya. Kecerdasan ekologis memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat dalam kegiatan manusia dan masyarakatnya untuk mencapai tujuan kesejahteraannya tanpa meninggalkan dampak ekologis yang merugikan.

Keadaan kehidupan yang baik (well-being) saat ini dan yang akan datang, dimana manusia hidup harmonis dengan alam lingkungannya disebut juga dengan keadilan ekologis. Keadilan ekologis dapat berdimensi sosial dimana kesejahteraan dan akses yang berkeadilan terhadap sumber daya alam dan jasa ekosistem dapat dinikmati setiap anggota masyarakat secara berkeadilan.

Keadilan ekologis juga dapat berdimensi distributif yang berkaitan denga  distribusi manfaat sumber daya alam, jasa ekosistem dan dampak pengambilan keputusan yang berkaitan dengan sumber daya alam dan jasa ekosistem. Upaya mengembalikan keseimbangan yang adil dalam hubungan manusia dengan alam termasuk manusia lainnya membutuhkan bekerjanya keadilan ekologis sebagai keadilan korektif.

Kecerdasan ekologis berkaitan dengan berbagai bentuk keadilan ekologis tersebut yang menggambarkan kemampuan suatu masyarakat dalam menyelesaikan persoalan yang berdimensi ekologis secara berkeadaban. Hal ini membutuhkan berfungsinya pranata-pranata sosial dalam suatu masyarakat denga  baik dimana berbagai kepentingan dapat diharmoniskan untuk mencapai tujuan bersama masyarakat tersebut. Kecerdasan ekologis memungkinkan dikembangkannya visi jangka panjang suatu masyarakat yang dijalankan secara konsisten dengan kemampuan yang dibangunnya.

Pendidikan lingkungan, diungkapkan Howe (2016) sangat penting untuk memungkinkan dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk terlibat dalam keadilan lingkungan, memungkinkan dikembangkannya hukum yang berkeadilan ekologis serta diterapkannya konsep pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan yang berdimensi kecerdasan ekologis menghubungkan seseorang secara nyata dengan alam dan memungkinkan terjadinya perubahan dalam paradigma dan kehidupan sosial yang lebih berkelanjutan.

Read 2628 times Last modified on Wednesday, 01 January 2020 11:49

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.